Home » » Pengertian, Definisi Pengantar Sosiologi

Pengertian, Definisi Pengantar Sosiologi

Pengertian dan definisi sosiologi adalah Socius berasal dari bahasa latin yaitu yang berarti teman atau kawan. Sedangkan logos yang berarti kata atau berbicara. Dapat diambil kesimpulan bahwa sosiologi yaitu membicarakan atau pun memperbincangkan pergaulan hidup manusia.
Beberapa pengertian sosiologi berdasarkan para tokohnya ;
Max Weber : sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan-tindakan social.
Auguste Comte : sosiologi merupakan studi sistematis mengenai masyarakat manusia.
Herbert Spencer : sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tubuh, bangun dan juga kewajiban masyarakat.
Hasan Syadily : sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan itu.
Soejono Soekanto: sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan antar orang-orang dalam masyarakat.

Objek kajian sosiologi adalah semua masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang ditimbulkan dari hubungan manusia tesebuat di dalam masyarakat. Sosiologi dapat dikaji dengan perspektif lingkungan. Maksudnya ialah bagaimana manusia berinteraksi dengan alam sekitarnya.
Hakikat Sosiologi ialah antara lain ;
Sosiologi adalah ilmu social.
Sosiologi merupakan disiplin ilmu yang kategoris.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abtrak.
Sosiologi bertujuan untuk mengahasilkan pengertian dan pola umum.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat berdiri sendiri karena telah memenuhi segenap unsur-unsur ilmu pengetahuan, yaitu ;
Sosiologi bersifat empiris. Maksudnya ialah bahwa semua itu di dasarkan oleh observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
Sosiologi bersifat teoritis. Maksudnya ialah bahwa semua itu di dasarkan oleh usaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi.
Sosiologi bersifat kumulatif. Maksudnya ialah bahwa semua itu di dasarkan oleh teori-teori yang sudah ada dan terus menerus untuk diperluas dan diperhalus.
Sosiologi bersifat non etis. Maksudnya ialah bahwa semua itu di dasarkan oleh fakta yang secara analisis.
Metode-metode yang digunakan dalam Sosiologi ada dua, yaitu ;
Metode kualitatif mengutamakan bahan yang sukar untuk diukur dengan angka-angka atau ukuran-ukuran yang lainnya yang bersifat eksak walaupun bahan tersebut terdapat nyata atau fakta dalam kehidupan masyarakat.
Metode kuantitatif mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur menggunakan skala, indeks, table dan juga formula yang menggunakan ilmu pasti atau matematika.
Manfaat Sosiologi telah begitu banyak yang telah kita rasakan tentunya. Dari diri kita lebih tanggap, kritis dan juga rasional terhadap gejala-gejala sosial di masyarakat yang makin kompleks. Dapat memahami norma-norma tradisi dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Dan dapat mengkaji keadaan masyarakat di mana kita tinggal dengan masyarakat lainnya.
Sejarah perkembangan sosiologi lahir sebagai ilmu pada akhir tahun 1800 sampai dengan awal tahun 1900. Pada masa itu pun terjadi perubahan besar dalam masyarakat Eropa. Perubahan itu adalah mulai lahirnya era modern. Istilah Sosiologi pertama kali diperkenalkan oleh Auguste Comte dalam bukunya yang berjudul “Positve-Philosophy” pada tahun 1842. Comte belum berhasil mengembangkan hukum-hukum social tersebut menjadi sebuah ilmu. Kemudian pada tahun 1876, Herbert Spencer mempopulerkan istilah sosiologi melalui sebuah bukunya “Principles of sociology”. Dalam buku ini, Spencer mengembangkan sistem penelitian tentang masyarakat. Sosiologi baru berkembang menjadi sebuah ilmu setelah Emile Durkheim mengembangkan metodologi sosiologi melalui bukunya yang berjudul “Rules of Sociological method”. Auguste Comte dikenal sebagai bapak Sosiologi, Emile Durkhem adalah tokoh yang mengembangkan metodologi Sosiologi, dan Herbert Spencer yang lebih mempopulerkan istilah Sosiologi.

0 komentar:

Posting Komentar

Mausih Informasi

Info Baru