Contoh Narrative Text Bahasa Inggris

Contoh Narrative Text Bahasa Inggris merupakan sebuah Narrative Text yang terdapat pada inti dari cerita dan bisa anda gunakan untuk tugas atau pekerjaan anda yang lainnya. Karena memang ada banyak contoh narasi sebenarnya apabila kita ingin mengetahuinya. Entah dari cerita yang kita buat sendiri atau dari cerita rakyat yang jumlahnya ada banyak sekali. Untuk itu silahkan gunakan contoh berikut untuk tugas anda ya.

Apabila masih kurang dengan contoh Narrative Text yang kami berikan, maka silahkan menuju artikel Narasi Pendek dan juga masih ada lagi yaitu dengan judul Narrative Text. Semoga semua yang kami sajikan bisa bermanfaat untuk anda semuanya.

Narrative Text Bahasa Inggris

Father and mother had two sons named Risna and riska. They both are female figure that is extraordinary. No exception to the child they both were named Riswanto and tukinem. Of some of the most clever child is tukinem. Because it is from birth has been imitating his grandfather.

Husband of Risna is paijo, while the husband of riska is tukio. Their family is harmonious and has a very special family from other families.
Pariman are smart kids. He always rapot division champion if given. Father and teacher mother is very happy with Pariman. Moreover, parents are also very happy Pariman tersbeut child. Have children who are diligent, always helping the elderly, and always there to help her if affected.

Pariman boyfriend also loved him very much, not even shy to introduce his girlfriend to their parents both. Due to the diligent ornag Pariman it is no wonder if many people who like him.

Ditegaskan kembali bahwa dalam Narrative Text ini merupakan sebuah kalimat inti yang ada pada sebuah cerita, jadi inti dari cerita tersebut yang akan di rangkum dalam sebuah kalimat atau di ceritakan ulang. Maka kedua contoh tersebut yang akan menjadikan sebuah Narrative Text. Semoga dengan penjelasan tersebut mampu anda mengerti dan dapat di pahami.

Sekian dari yoedha tentang Contoh Narrative Text Bahasa Inggris oleh Febriyan Cahya Yudha5.0

Contoh Narrative Text Terbaru 2013

Contoh Narrative Text merupakan sebuah alur cerita yang biasanya banyak anak remaja menggunakan ini sebagai tugas mereka. Terlebih yang mengambil jurusan bahasa, pasti akan membutuhkan sebuah narasi. Banyak contoh narrative text pendek yang Yoedha Com ulas untuk keseluruhan nya. Karena memang sifatnya ada yang untuk kerja kelompok dan kerja individual (sendiri). Maka Yoedha Com disini akan menyampaikan agar anda semuanya dapat memilih sendiri.

Saran yoedha saat ini apabila dalam artikel ini masih banyak kekurangan, maka silahkan untuk melihat pada halaman Yoedha Com yang sebelumnya yaitu tentang Narrative Text Bahasa Inggris yang ada di halaman sebelumnya tersebut. Maka sialahkan memilih yang mana yang ingin anda pakai untuk contoh narasi ini. Atau anda juga bisa melihat yang lain lagi tentang maling kundang yang ada di halaman Cerita Rakyat yang ada di halaman sebelumnya. Apabila masih kurang silahkan melihat di bagian bawah tentang terkait artikel ini.

Berikut ini adalah Narrative Text yang semoga bisa bermanfaat untuk anda semuanya. Apabila ada kesalahan dalam penulisan dan penempatan suatu kata silahkan berikan komentar anda agar dapat Yoedha edit kembali.

Contoh Narrative Text

Contoh Narrative Text Pendek
Contoh Narrative Text Pendek Bahasa Inggris
Once upon a time, there was a man who was living in north Sumatra. He lived in a simple hut in a farming field. The did some gardening and fishing for his daily life.

One day, while the man was do fishing, he caught a big golden fish in his trap. It was the biggest catch which he ever had in his life. Surprisingly, this fish turned into a beautiful princess. He felt in love with her and proposed her to be his wife. She said; "Yes, but you have to promise not to tell anyone about the secret that I was once a fish, otherwise there will be a huge disaster". The man made the deal and they got married, lived happily and had a daughter.

Few years later, this daughter would help bringing lunch to her father out in the fields. One day, his daughter was so hungry and she ate his father’s lunch. Unfortunately, he found out and got furious, and shouted; “You damned daughter of a fish”. The daughter ran home and asked her mother. The mother started crying, felt sad that her husband had broke his promise.

Then she told her daughter to run up the hills because a huge disaster was about to come. When her daughter left, she prayed. Soon there was a big earthquake followed by non-stop pouring rain. The whole area got flooded and became Toba Lake. She turned into a fish again and the man became the island of Samosir.

Banyak hal yang masih perlu kita kaji lebih dalam tentang narasi ini, namun hal itu akan yoedha sampaikan di lain waktu nantu ya. Bagaimana pendapat sobat tentang artikel Contoh Narrative Text di atas. Semoga bisa di pahami dan diberikan sedikit editan agar lebih bagus dan lebih sempurna.

Sekian dari Contoh Narrative Text oleh Febriyan Cahya Yudha5.0

Contoh Narasi Pendek Cerita Rakyat Indonesia 2013

Contoh Narasi Pendek adalah sebuah cerita yang mengandung unsur intrinsik dari cerita rakyat yang ada di Indonesia. Sebagai contoh narasi pendek cerita rakyat maka disini akan kami berikan sebuah cerita narasi yang berkisah tentang Maling Kundang. Agar kita dapat melestarikan kebudayaan dari cerita yang lalu. Silahkan untuk di edit apabila itu masih perlu untuk pekerjaan anda.

Namun disini Yoedha Com hanya sebagai perantara anda saja, jadi silahkan di edit apabila itu memang perlu dan apabila memang kepepet banget silahkan anda copy dan paste Contoh Narasi Pendek ini untuk tugas anda. Jadi selamat melihat artikel narasi ini agar anda juga bisa paham bagaimana kriteria yang ada.

Maka berikut adalah untuk Contoh Narasi Pendek yang semoga bisa bermanfaat untuk anda semuanya. Apabila ada perkataan dan kesalahan dalam penulisan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Contoh Narasi Pendek

Contoh Narasi Pendek Cerita Rakyat

A long time ago, in a small village near the beach in West Sumatra, a woman and her son lived. They were Malin Kundang and her mother. Her mother was a single parent because Malin Kundang's father had passed away when he was a baby. Malin Kundang had to live hard with his mother.

Malin Kundang was a healthy, dilligent, and strong boy. He usually went to sea to catch fish. After getting fish he would bring it to his mother, or sold the caught fish in the town.

One day, when Malin Kundang was sailing, he saw a merchant's ship which was being raided by a small band of pirates. He helped the merchant. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates. The merchant was so happy and thanked to him. In return the merchant asked Malin Kundang to sail with him. To get a better life, Malin Kundang agreed. He left his mother alone.

Many years later, Malin Kundang became wealthy. He had a huge ship and was helped by many ship crews loading trading goods. Perfectly he had a beautiful wife too. When he was sailing his trading journey, his ship landed on a beach near a small village. The villagers recognized him. The news ran fast in the town; “Malin Kundang has become rich and now he is here”.

An old woman ran to the beach to meet the new rich merchant. She was Malin Kundang’s mother. She wanted to hug him, released her sadness of being lonely after so long time. Unfortunately, when the mother came, Malin Kundang who was in front of his well dressed wife and his ship crews denied meeting that old lonely woman. For three times her mother begged Malin Kundang and for three times he yelled at her. At last Malin Kundang said to her "Enough, old woman! I have never had a mother like you, a dirty and ugly woman!" After that he ordered his crews to set sail. He would leave the old mother again but in that time she was full of both sadness and angriness.

Finally, enraged, she cursed Malin Kundang that he would turn into a stone if he didn't apologize. Malin Kundang just laughed and really set sail. In the quiet sea, suddenly a thunderstorm came. His huge ship was wrecked and it was too late for Malin Kundang to apologize. He was thrown by the wave out of his ship. He fell on a small island. It was really too late for him to avoid his curse. Suddenly, he turned into a stone.
Nah itu tadi adalah tentang Contoh Narasi Pendek yang semoga menghibur dan bermanfaat untuk kita semua. Apabila ada kesalahan itu datangnya dari saya sendiri dan Kesempurnaan adalah milih Tuhan semata.

Kami ucapkan banyak terima kasih kepada anda semunya karena telah bersedia membaca postingan terbaru kami Contoh Narasi Pendek Cerita Rakyat di blog Febriyan Cahya Yudha5.0

Contoh Naskah Drama 4,5,6,7,8 Orang Pemain 2013

Contoh Naskah Drama - Agak alay memang judul pada halaman ini, namun apa boleh buat deh. Semoga saja artikel yang diberikan ini dapat bermanfaat untuk anda semuanya yang telah bersedia membaca artikel Contoh Naskah Drama 4,5,6,7,8 Orang Pemain yang kami berikan ini. Apabila terjadi hal yang kurang berkenan dan kurang bagus saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ya.

Mungkin bagi anda yang ingin mencari Naskah Drama untuk Contoh Naskah Drama 4,5,6,7,8 Orang Pemain maka berikut adalah contoh yang semoga bermanfaat. contoh naskah drama singkat, contoh naskah drama 7 orang, contoh naskah drama untuk 6 orang, persahabatan naskah, contoh naskah drama untuk 5 orang, contoh naskah drama 8 orang, contoh naskah drama untuk 4 orang, contoh naskah drama cinta


1. Contoh Naskah Drama 4 Orang Pemain
2. Contoh Naskah Drama 5 Orang Pemain
3. Contoh Naskah Drama 6 Orang Pemain
4. Contoh Naskah Drama 7 Orang Pemain
5. Contoh Naskah Drama 8 Orang Pemain

LAURA : Aku selalu merasa gembira sekali di sini. Syukur bangkuku tidak ditempati orang lain. Duhai, pagi yang cerah! Cerah sekali.

PETRA : Tapi matahari agak panas, Senora.

LAURA : Ya, kau masih duapuluh tahun (ia duduk di bangku belakang). Aku merasa lebih letih dari biasanya (melihat petra yang nampak tak sabaR), pergilah kalau kau ingin ngobrol dengan tukang kebunmu itu!

PETRA : Dia bukan tukang kebunku, Senora, dia tukang kebun taman ini!

LAURA : Ia lebih tepat disebut milikmu daripada milik taman ini. Cari saja dia. Tapi jangan sampai terlalu jauh hingga tak kau dengar panggilanku.

PETRA : Saya sudah melihatnya di sana, menanti.

LAURA : Pergilah, tapi jangan lebih dari sepuluh menit!

PETRA : Baik, Senora (berjalan ke kanan)

LAURA : Hei, nanti dulu!

PETRA : Ada apa lagi, Senora?

LAURA : Berikan remah-remah roti itu!

PETRA : Ah, pelupa benar aku ini!

LAURA : (senyum) Aku tahu! Pikiranmu sudah lekat ke sana, heh, si tukang kebun itu!

PETRA : Ini, Senora (mengeluarkan bungkusan roti. Keluar ke kanan)

LAURA : Adios! (memandang ke arah pepohonan). Ha, mereka datang. Mereka tahu kapan mesti datang menemui aku (bangkit dan menyerahkan remah-remah roti). Ini buat yang putih, ini untuk yang coklat, dan ini untuk yang paling kecil tapi kenes. (tertawa dan duduk lagi memandang merpati yang sedang makan). Ah, merpati-merpati yang manis. Itu yang besar mesti lebih dulu, kentara dari kepalanya yang besar, dan itu ... aduh , kenes benar. Hai, yang satu itu selesai mematuk terus terbang ke dahan. Bersunyi diri. Agaknya ia suka berfilsafat. Tapi dari mana saja mereka ini datang? Seperti kabar angin saja! Meluas dengan mudah. Ha, ha, jangan bertengkar. Masih banyak. Besok kubawakan yang lebih banyak lagi!

(don gonzalo dan juanito masuk dari kiri. Gonzalo bergantung sedikit pada juanito. Kakinya bengkak, agak di seret)

GONZALO : Membuang-buang waktu melulu! Mereka itu suka benar bicara yang bukan-bukan.

JUANITO : Duduk di sini sajalah, senior. Hanya ada seorang wanita.

(dona laura menengok dan mendengarkan)

GONZALO : Tidak, Juanito. Aku mau tersendiri.

JUANITO : Tapi tak ada .

GONZALO : Yang di sana itu kan milikku!

JUANITO : Tiga orang pendeta duduk di sana, Senior!

GONZALO : Singkirkan saja mereka! ... ... ... Sudah pergi!

JUANITO : Tentu saja belum! Mereka tengah bercakap-cakap.

GONZALO : Seperti merekat pada bangku saja mereka itu! Heh, tak ada harapan lagi, Juanito. Mari!

JUANITO : (menggandeng ke arah merpati-merpati)

LAURA : (marah). Awas hati-hati!

GONZALO : Apa Senora berbicara dengan saya?

LAURA : Ya, dengan tuan!

GONZALO : Ada apa?

LAURA : Tuan menakut-nakuti burung-burung merpati saya!

GONZALO : Peduli apa burung-burung itu!

LAURA : Apa, ha?

GONZALO : Ini taman umum, Senora!

LAURA : Tapi kenapa tadi tuan mengutuki pendeta-pendeta di sana itu?

GONZALO : Senora, tapi kita belum pernah jumpa! Dan kenapa tadi Senora menegur saya? Ayo, juanito! (melangkah ke kanan)

LAURA : Buruk amat perangai si tuan itu! Kenapa orang mesti jadi tolol dan pandir kalau sudah meningkat tua? (melihat ke kanan). Syukur. Ia tidak mendapat bangku! Itu, orang yang menakut-nakuti merpati-merpatiku. Ha, ia marah-marah. Ya, ayo, carilah bangku kalau kau dapat! Aduh, kasihan, ia menyeka keringat di dahi. Nah, itu dia kemari lagi. Debu-debu mengepul seperti kereta lewat! (juanito dan gonzalo masuk)

GONZALO : Apa sudah pergi pendeta-pendeta yang ngobrol itu, Juan?

JUANITO : Tentu saja belum, Senior?

GONZALO : Walikota seharusnya lebih banyak menaruh bangku-bangku di sini! Terpaksa juga aku kini duduk bersama wanita tua itu!

(ia duduk di ujung bangku,memandang dengan iri kepada laura, dan memberi hormat dengan mengangkat topi). Selamat pagi.

LAURA : Jadi tuan di sini lagi?

GONZALO : Ku ulang lagi, kita kan belum pernah jumpa!

LAURA : Saya toh cuma membalas salam tuan!

GONZALO : “Selamat Pagi”, mestinya cukup dibalas dengan “selamat pagi” saja.

LAURA : Tapi tuan seharusnya juga minta ijin untuk duduk di bangku saya ini.

GONZALO : Ahai, bangku ini kan milik umum!

LAURA : Kenapa bangku yang di san itu juga tuan katakan milik tuan, hah?

GONZALO : Baik, baik! Sekian sajalah!

( pada dirinya sendiri ) Dasar perempuan tua! Patutnya dia di rumah saja, merenda atau menghitung tasbih.

LAURA : Jangan mengoceh lagi. Aku juga tokh, tak akan pergi untuk sekedar menyenangkan hatimu!

GONZALO : (mengelap sepatunya dengan sapu tangan). Kalau disiram air sedikit tentu lebih baik. Tak berdebu lagi jadinya taman ini.

LAURA : Apa tuan biasa menggunakan saputangan sebagai lap?

GONZALO : Kenapa tidak?!

LAURA : Apa tuan juga menggunakan lap sebagai sapu tangan?

GONZALO : Hah? Nyonya kan tak punya hak untuk mengeritik saya!

LAURA : Toh sekarang saya ini tetangga tuan!

GONZALO : Juanito! Buku! Bosan mendengarkan nonsense macam itu!

LAURA : Alangkah sopan santun tuan ini!

GONZALO : Maaf saja nyonya. Tapi saya mengharap nyonya tidak bernapsu campur tangan urusan orang lain!

LAURA : Saya memang biasa melahirkan pikiran-pikiran saya.

GONZALO : Hhh, Juanito! Buku!

JUANITO : Ini, tuan! (mengambil buku dari kantong, don gonzalo memandang dengki pada laura; gonzalo mengeluarkan kaca pembesar dan kacamata: membuka buku)

LAURA : Oh, saya kira tuan mengeluarkan teleskop.

GONZALO : Nyonya bicara lagi!

LAURA : Tentunya penglihatan tuan masih baik sekali!!

GONZALO : Jauh lebih baik dari penglihatan nyonya!

LAURA : Ahai, tentu saja!

GONZALO : Kalau tidak percaya, tanyakan saja kepada kelinci-kelinci dan burung-burung.

LAURA : Artinya tuan suka berburu kelinci dan burung?

GONZALO : Saya pemburu memang. Dan sekarang pun saya tengah berburu.

LAURA : Ya, tentunya! Begitulah!

GONZALO : Ya, Senora. Tiap Minggu saya menyandang bedil bersama anjing saya pergi ke Arazaca. Iseng-iseng berburu! Membunuh waktu!

LAURA : Ya, membunuh waktu! Apa hanya waktu saja bisa tuan bunuh?

GONZALO : Nyonya kira begitu? Saya bisa menunjukkan kepala beruang besar dikamar saya!

LAURA : Dan saya juga bisa menunjukkan kepala singa di kamar tamu saya, meskipun saya bukan pemburu!

GONZALO : Sudahlah nyonya, sudah! Saya mau membaca. Percakapan cukup! Ngomong putus!

LAURA : Ha, tuan menyerah!

GONZALO : Tapi saya mau ambil obat bersin dulu. (mengambil tempat obat). Nyonya mau? (memberikan obat itu)

LAURA : Kalau cocok!

GONZALO : Ini nomor satu! Nyonya tentu akan suka!

LAURA : Memang biasanya akan menghilangkan pusing.

GONZALO : Saya pun begitu.

LAURA : Tuan suka bersin?

GONZALO : Ya tiga kali.

LAURA : Persis sama dengan saya! (setelah mengambil bubukan, keduanya bersin berganti-ganti masing-masing tiga kali).

GONZALO : Ehaaaah, agak enakan sekarang.

LAURA : Saya pun merasa enak sekarang.

(KE Samping) Obat itu telah mendamaikan kami rupanya!

GONZALO : Maaf, saya mau membaca keras. Tidak mengganggu kan?

LAURA : Silahkan sekeras mungkin, tuan tidak menggangu saya lagi.

GONZALO : (membaca) “ Segala cinta itu menyakitkan hati

Tetapi bagaimana jugapun pedihnya

Cinta adalah sesuatu yang terbaik

Yang pernah kita miliki “

Nah, bait itu dari penyair Campoamor.

LAURA : Ah!

GONZALO : (membaca) “ Anak-anak dari para bunda

Yang pernah kucinta

Menciumku sekarang

Seperti bayangan hampa “

Baris-baris ini agak lucu juga rasanya.

LAURA : (tertawa) Kukira juga begitu.

GONZALO : Ada beberapa sajak bagus dalam buku ini. Dengar!

(membaca) “ Duapuluh tahun berlalu

Ia pun kembalilah “

LAURA : Cara tuan membaca dengan kaca pembesar itu sungguh agak menggelikan saya.

GONZALO : Jadi nyonya bisa membaca tanpa kaca pembesar?

LAURA : Tentu saja, tuan.

GONZALO : Setua itu? Ahai, nyonya main-main saja!

LAURA : Coba saya pinjam buku tuan itu!

(mengambil buku dan membacanya keras-keras)

“ Duapuluh tahun berlalu

Dan ia pun kembalilah

Masing-masing saling memandang,

Berkata :

Mungkinkah dia orangnya?

Ya Allah, dimana oranya itu? “

GONZALO : Hebat! Saya iri hati pada penglihatan nyonya.

LAURA : (Kesamping) Hmm, saya hafal tiap kata syair itu.

GONZALO : Saya gemar sekali puisi-puisi yang bagus. Sungguh gemar sekali. Bahkan ketika masih muda, kadang-kadang suka bersyair.

LAURA : Sajak-sajak bagus juga?

GONZALO : Ya, macam-macamlah. Saya dulu sahabat dari Exprosoda, Zorilla, Bocquer, dan penyair-penyair lain. Saya kenal Zorilla pertama kali di Amerika.

LAURA : Eh, tuan pernah ke Amerika?

GONZALO : Sering juga. Pertama kesana saya waktu umur 6 tahun.

LAURA : Tentunya dulu tuan ikut Colombus.

GONZALO : (tertawa) Yah, tidak sejelek itu nasibku! Saya sudah tua, tapi belum pernah kenal Raja Ferdinand serta Ratu Isabella!

(keduanya tertawa). Saya juga teman Campoamor, berjumpa pertama kali di Valensia. Saya warga kota di sana.

LAURA : Apa sungguh?

GONZALO : Saya dibesarkan disana. Dan masa mudaku habis di kota itu. Apa nyonya pernah ke Valensia?

LAURA : Pernah! Tiada jauh dari Valensia ada sebuah villa dan kalau masih berdiri sekarang, bisa mengembalikan kenangan-kenangan yang manis. Saya pernah tinggal beberapa musim di sana. Tapi sudah lama lampau. Villa itu dekat laut, tersembunyi antara pohon jeruk. Mereka menyebutnya ... ah ... lupa ... o ya, Villa Maricella.

GONZALO : Maricella?

LAURA : Maricella. Apa tuan pernah mendengarnya?

GONZALO : Tak asing lagi nama itu ... ah, kita tambah tua tambah pelupa ... di Villa itu dulu ada seorang wanita paling cantik yang pernah saya lihat dan saya kenal. Dan namanya ... O ya, Laura Liorento!

LAURA : (kaget) Laura Liorento?

GONZALO : Benar (mereka saling tatap)

LAURA : (sadar lagi) Ah, tak apa-apa, hanya mengingatkan saya pada teman karib saya.

GONZALO : Aneh juga.

LAURA : Memang aneh! Dia diberi sebutan “ Perawan Bagai Perak”.

GONZALO : Tepat, “Perawan Bagai Perak”. Nama itulah yang terkenal di sana. Sekarang saya seperti melihatnya kembali di jendela di antara kembang mawar merah itu. Nyonya ingat jendela itu?

LAURA : Ya, saya ingat itulah jendela kamarnya.

GONZALO : Dulu dia suka berjam-jam di jendela.

LAURA : (melamun) Ya, memang dulu dia suka begitu.

GONZALO : Dia gadis ideal. Manis bagai kembang lilia. Rambutnya hitam. Sungguh mengesankan sekali! Mengesankan sampai kapan saja. Tubuhnya ramping sempurna. Betapa Tuhan telah menciptakan keindahan seperti itu. Dia seperti impian saja.

LAURA : (ke samping) Jika seandainya tuan tahu bahwa impian itu ada di samping tuan, tuan akan sadar impian macam apa itu, heh?

(keras-keras) Dia adalah gadis yang malang yang gagal cinta.

GONZALO : Betapa sedihnya (mereka saling memandang)

LAURA : Tuan pernah mendengar kabarnya?

GONZALO : Ya, pernah.

LAURA : Nasib malang meminta yang lain.

(kesamping) Gonzalo!

GONZALO : Si jago cinta cakap itu! Peristiwa cinta yang sama.

LAURA : Ah, duel itu.

GONZALO : Tepat, duel itu. Si Jago Cinta itu adalah ... saudara sepupu saya. Saya juga sayang sekali kepadanya.

LAURA : Oh ya, saudara sepupu. Seorang temanku menyurati saya dan bercerita tentang mereka. Dia ... saudara sepupu tuan itu ... tiap pagi lewat di depan jendelanya dengan naik kuda, dan melemparkan ke atas seberkas kembang yang segera disambut gadisnya.

GONZALO : Dan tak lama kemudian, dia ... saudara sepupu saya itu ... lewat lagi untuk menerima kembang dari atas. Begitu?

LAURA : Benar. Dan keluarga gadis itu ingin agar ia kawin dengan saudagar yang tidak ia cintai.

GONZALO : Dan pada suatu malam, ketika saudara sepupuku tadi tengah menanti gadisnya menyanyi ... di bawah jendela, lelaki itu muncul dengan tiba-tiba.

LAURA : Dan menghina saudara tuan itu.

GONZALO : Kemudian pertengkaran terjadi.

LAURA : Dan kemudian ... duel!

GONZALO : Ya, waktu matahari terbit, di tepi pantai, dan si Saudagar itu luka-luka parah. Saudara sepupu saya itu harus bersembunyi dan kemudian melarikan diri.

LAURA : Tuan rupanya mengetahui benar ceritanya.

GONZALO : Nyonya pun begitu agaknya.

LAURA : Saya katakan tadi, seorang teman telah menyurati saya.

GONZALO : Saya pun diceritai oleh saudara sepupu saya.

(ke samping) Heh, inilah Laura itu! Tak salah!

LAURA : (ke samping) Kenapa menceritakan padanya? Dia tak curiga apa-apa.

GONZALO : (ke samping) Dia sama sekali tak bersalah.

LAURA : Dan apakah tuan pula yang menasihati saudara tuan itu untuk melupakan Laura?

GONZALO : Ooo, saudara sepupu saya tak pernah melupakannya.

LAURA : Bagaimana begitu?

GONZALO : Akan saya ceritakan segalanya kepada nyonya.

Anak muda – Don Gonzalo itu – bersembunyi di rumah saya, takut menanggung akibatnya yang buruk sehabis menang duel itu. Dari rumah saya ia terus lari ke Madrid. Ia kirim surat-surat kepada Laura, di antaranya sajak-sajak. Tapi tentunya surat-surat itu jatuh ke tangan orang tuanya. Buktinya tak ada balasan. Kemudian Gonzalo pergi ke Afrika, sebab cintanya telah gagal sama sekali, masuk tentara dan terbunuh di sebuah selokan sambil menyebut berulangkali nama Lauranya yang sangat tercinta.

LAURA : (ke samping) Dusta! Heh, dusta kotor belaka!

GONZALO : (ke samping) Saya tak bisa membunuh diriku lebih ngeri lagi.

LAURA : Tuan tentunya telah ditumbangkan kesedihan yang sangat

GONZALO : Memang betul, nyonya. Dia seperti saudaraku sendiri. Dan saya kira tak lama kemudian, Laura telah melupakannya. Kembali bermain memburu kupu-kupu seperti biasanya. Tak pernah meratapinya.

LAURA : Tidak, Senior. Sama sekali tidak!

GONZALO : Biasanya perempuan memang begitu!

LAURA : Kalaupun itu sudah sifat perempuan, “Perawan Bagai Perak” adalah terkecuali! Teman saya itu menanti berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun dan tak selembar suratpun tiba. Suatu senja ketika matahari terbenam, dia meninggalkan rumahnya dan dengan langkah tergesa menuju pantai tempat kekasihnya menjaga nama baiknya. Ia menuliskan namanya di pasir, lalu duduk di atas karang, memandang ke kaki langit. Ombak menyanyikan tembang duka yang kekal, dan menggapai batu karang di mana perawan itu duduk. Air pasang segera tiba dan menyapu gadis itu dari muka bumi.

GONZALO : Ya Allah!

LAURA : Para nelayan di situ sering menceritakan bahwa nama yang ditulis gadis itu lenyap ditelan air pasang.

(ke samping) Toh kamu tak tahu aku reka-reka sendiri cerita kematianku!

GONZALO : ( ke samping ) Dia berdusta lebih ngeri dari dustaku!

LAURA : Ah, Laura yang malang!

GONZALO : Wahai Gonzalo yang malang!

LAURA : (ke samping) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa aku kawin dua tahun kemudian setelah duel itu!

GONZALO : (ke samping) Aku takkan bercerita kepadanya bahwa dua bulan kemudian aku mengawini penari ballet dari Paris!

LAURA : Nasib memang selalu aneh. Di sini, tuan dan saya, dua orang asing, bertemu secara kebetulan dan saling menceritakan kisah cinta yang sama dari dua teman lama yang telah bertahun lalu terjadi, seperti sudah akrab benar kita ini!

GONZALO : Ya, memang aneh. Padahal mula-mula kita bertemu tadi, kita bertengkar.

LAURA : Tuan juga yang tadi mengganggu merpati-merpati saya.

GONZALO : Memang agak kasar saya tadi.

LAURA : Memang kasar. (ramah) Tuan datang lagi besok pagi?

GONZALO : Tentu, asal pagi secerah ini. Dan takkan lagi mengganggu merpati-merpati itu, tapi saya akan membawa remah-remah roti besok.

LAURA : Oh, terima kasih. Burung-burung selalu tahu berterimakasih. Hei! Mana pembantuku tadi? – Petra!

GONZALO : (melihat laura yang membelakang) Tidak! Tak akan kukatakan siapa aku ini sebenarnya. Aku sudah tua dan lemah. Biarlah dia mengangankan aku sebagai penunggang kuda tampan yang lewat di bawah jendelanya.

LAURA : Nah, itu dia.

GONZALO : Itu Juanito! Dia sedang bercanda dengan gadisnya! (mengisyarati)

LAURA : (memandang gonzalo yang membelakang) Tidak, aku sudah berubah tua. Lebih baik ia mengingatku sebagai gadis bermata hitam yang melempar bunga dari jendela.
(juanito dan petra masuk) Hei, Petra!

GONZALO : Juanito, kau sedikit lambat.

PETRA : (kepada laura) Si tukang kebun memberikan bunga-bunga ini kepada Seniora.

LAURA : Alangkah bagusnya. Terima kasih. Sedap benar baunya! (beberapa bunga gugur ke tanah)

GONZALO : Ini semua sungguh menyenangkan, Senora!

LAURA : Demikian juga saya, Senior!

GONZALO : Sampai besok, nyonya!

LAURA : Sampai besok, tuan!

GONZALO : Agak panas hari ini!

LAURA : Pagi yang cerah. Tuan besok pergi ke bangku tuan?

GONZALO : Tidak, saya akan kemari saja. Itu kalau nyonya tidak berkeberatan.

LAURA : Bangku ini selalu menanti tuan!

GONZALO : Akan saya bawa remah-remah roti!

LAURA : Besok pagi, jadilah!

GONZALO : Besok pagi. (laura melangkah ke kanan berpegang pada petra. Gonzalo membungkuk susah payah memungut bunga yang jatuh tadi, dan laura menengok ketika itu)

LAURA : Apa yang tuan kerjakan?

GONZALO : Juanito, tunggu dong!

LAURA : Tak salah, dialah Gonzalo!

GONZALO : (ke samping) Tak salah, dialah Laura!
(mereka masing-masing melambaikan tangan)

LAURA : Mungkinkah dia itu benar orangnya?

GONZALO : Ya Allah, diakah orangnya itu?
(keduanya tersenyum)

Sekian dari artikel contoh naskah drama singkat, contoh naskah drama 7 orang, contoh naskah drama untuk 6 orang, persahabatan naskah, contoh naskah drama untuk 5 orang, contoh naskah drama 8 orang, contoh naskah drama untuk 4 orang, contoh naskah drama cinta yang judulnya Contoh Naskah Drama 4,5,6,7,8 Orang Pemain di blog Yoedha Com5.0

Contoh Naskah Drama 4 Orang Pemain Terbaru

Contoh Naskah Drama 4 Orang Pemain yang telah kami persembahkan untuk anda semua bagi para pembaca setia blog Yoedha Com. Selamat membaca isi postingan kami, karena dengan membaca maka kita akan menambah wawasan lebih jauh hingga kepelosok dunia. Buatlah hari-hari kita sebiru postingan terbaik kami Contoh Naskah Drama yang mungkin itu yang anda sedang cari ya

Pada halaman Contoh Naskah Drama ini kami hanya memberikan penjelasan sedikit tentang apa itu naskah drama yang mungkin saja anda belum ketahui, namun apabila anda ingin melihat bagaimana Contoh Naskah, silahkan anda semuanya masuk pada halaman kami Contoh Naskah Drama 4,5,6,7,8 Orang Pemain yang semoga anda semuanya bermanfaat.

Jadi bagi anda yang mencari Naskah Dramasudah ada pada halaman kami yang sebelumnya tersebut, untuk penjelasan yang lebih dalam kami belum mampu untuk menjelaskan yang lebih detailnya kembali.

Intinya dalam kita Membuat Naskah Drama kita harus bisa menempatkan posisi kita dimana nantinya, agar kita menjadi enjoy dalam memperankan apa yang kita perankan. Jadi mari kita tempatkan diri kita dimana ingin kita tempatkan.

Mungkin hanya itu saja yang bisa kami berikan dalam halaman Contoh Naskah Drama 4 Orang Pemain yang semoga bermanfaat untuk anda semua yang mencari artikel tersebut.

Pada dasarnya untuk drama ini sangatlah baik untuk para pelajar yang hendak ingin mempresentasikan sebuah drama kelompok atau kumpulan teman-teman kalian. Jadi silahkan menikmati dan mohon maaf apabila kurang berkenan di hati anda semua pada Contoh Naskah Drama.

Kami ucapkan banyak terima kasih kepada anda semunya karena telah bersedia membaca artikel terbaru kami Contoh Naskah Drama 4 Orang Pemain di blog Yoedha Com5.0

Contoh Naskah Drama 4 Tokoh Orang Pemain

Contoh Naskah Drama 4 Tokoh Orang Pemain yang telah kami persembahkan untuk anda semua bagi para pembaca setia blog Yoedha Com. Selamat membaca isi postingan kami, karena dengan membaca maka kita akan menambah wawasan lebih jauh hingga kepelosok dunia. Buatlah hari-hari kita sebiru postingan terbaik kami Contoh Naskah Drama 4 Tokoh Orang Pemain

Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami memberikan Contoh Naskah Drama 4 Tokoh Orang Pemain yang mungkin saja anda memerlukan untuk pelajaran, tugas kelompok atau yang lain sebagainya. Jadi simaklah baik-baik tentang Contoh Naskah Drama 4 Tokoh Orang Pemain yang kami berikan untuk anda semuanya.

Bagi teman-teman semua yang ingin melihat bagaimana Contoh Naskah Drama 4 Tokoh Orang Pemain tersebut silahkan melihat pada halaman kami Contoh Naskah Drama 4 Orang Pemain yang telah kami berikan pada sebelum artikel ini, jadi silahkan melihat pada halaman tersebut untuk lebih jelas dan lengkapnya.

Sekian dari Contoh Naskah Drama 4 Tokoh Orang Pemain

Contoh Naskah Drama 1 Orang Pemain

Contoh Naskah Drama 1 Orang Pemain yang telah kami persembahkan untuk anda semua bagi para pembaca setia blog Yoedha Com. Selamat membaca isi postingan kami, karena dengan membaca maka kita akan menambah wawasan lebih jauh hingga kepelosok dunia. Buatlah hari-hari kita sebiru postingan terbaik kami Contoh Naskah Drama 1 Orang Pemain.

Mungkin dari teman-teman semua banyak yang mencari Contoh Naskah Drama 1 Orang Pemain yang bisa di perankan oleh diri sendiri itu mungkin jarang kita lakukan. Namun apabila ada ya pasti sangat sangat tidak ada. Jadi menurut Yoedha dalam Contoh Naskah Drama 1 Orang Pemain bisa dikatakan tidak ada, karena pasti akan dibilang orang gila. Tetapi apabila ingin membuat silahkan membuat dengan ide dan kreatifitas kita sendiri. Agar yang didapatkan juga akan maksimal nantinya.

Sebagai contoh awal kita mengambil topik tentang Dunia Wanita Sebagai Ruang Pria. Tentu saja dengan topik tersebut kita harus menjelaskan dan membuat suatu drama tersebut terlihat wah atau humor. Agar nantinya akan membuat para penonton tertawa dan semua mata akan menuju kearah diri kita.

Mungkin itu yang dapat kami berikan dalam Contoh Naskah Drama 1 Orang Pemain, karena dengan kita memakai Drama 1 Orang Pemain sangatlah mudah untuk kita lakukan dengan ide dan kreatifitas kita masing-masing. Apabila ingin melihat Contoh Naskah Drama yang lainnya silahkan masuk pada halaman kami yang sebelumnya tentang Contoh Naskah Drama 4,5,6,7,8 Orang Pemain.

Semoga bermanfaat untuk anda semua yang membaca postingan kami Contoh Naskah Drama 1 Orang Pemain

Yoedha Com

Terima kasih telah bersedia membaca postingan terbaru kami Contoh Naskah Drama 1 Orang Pemain di blog sederhana dan kesayangan anda semua Yoedha Com Rating 5.0

Mausih Informasi

Info Baru